Book Review #8

Heartbreak Formula

by Mpur Chan

Terbit 2017

292 halaman.


“Suicide doesn’t kill people. Sadness kills people.”

-Anonymous

Summer Mayberry menabrakkan dirinya pada sebuah mobil yang melaju pada ulang tahun Harry.

Pria yang ia percaya, dan selalu ada untukknya berubah semenjak mereka menginjak SMA. Pria itu tidak lagi ada di sebelahnya, bahkan saat titik terendah di hidupnya.

“I don’t know when it would be OK again. But it felt nice to not have to pretend.”

-Allie Brosh

Formula Olvidelo adalah formula untuk membuat manusia lupa akan kejadian buruk di masa lalu.

Dan saat mendapatkan penawaran untuk ikut dalam eksperimen ini, sebuah pintu seolah terbuka bagi Summer.

Formula itu mungkin adalah jawabannya.

Apakah formula itu akan menyelamatkannya, atau malah menjerumuskannya?


Cerita tentang mental illness, dan bullying.

Karya Debut dari sang penulis.

“Kuharap, memori di otakku bisa dihilangkan semudah mengganti perban.”

Semenjak mereka masuk SMA, Harry menjauh dan Summer merasa kesepian. Hubungannya dengan mama-nya merenggang semenjak sang papa tiba-tiba pergi, membawa serta mimpi-mimpi yang ia miliki. Ini adalah percobaan bunuh diri Summer yang kedua.

Summer berakhir di Zanson survival shelter bersama ke sebelas orang lain-nya. Masing-masing mereka memiliki panggilan baru, sesuai dengan keduabelas bulan.

Aku yakin, semua subyek tes ada disini karena patah hati. Walaupun jenis patah hatinya berbeda, tergantung alasan apa yang membuat hati itu patah.”

Summer berusaha untuk tidak memperdulikan orang lain selama di Zanson, dan berfokus pada menjalani apa yang harus ia lakukan supaya bisa memastikan formula Olvidelo dapat berreaksi padanya.

Namun semakin lama, ia semakin kenal dan semakin dekat dengan orang-orang ini. Mereka masing-masing memiliki cerita mereka tersendiri yang sempat membuat Summer penasaran. Tapi Summer masih membangun tembok terhadap mereka dan belum sepenuhnya ingin berteman.

“Franz kafka, Beethoven, Chanel, Hans Christian Andersen. Semua mati karena patah hati. Tapi, sebelum mereka meninggalkan dunia ini, mereka mengungkapkan patah hati mereka lewat karya. Seperti kata pepatah, karya-karya besar lagir dari hati yang terluka.”

Summer menolak berpartisipasi dalam kelas seni, saat menulis puisi. Tetapi ia juga menjadi lebih dekat dengan mereka- teman-teman nya selama di Zanson, seperti June. Pemuda itu seorang pelukis yang handal. Dan May, dia ternyata seorang Atlit.

“Orang-orang di sekitarku ini adalah pribadi yang dulunya memiliki mimpi. Dan sepertinya, mereka berhenti bermimpi karena sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup mereka.”

Summer terpaksa meninggalkan Zanson karena sang mama terlibat kecelakaan. Namun disana, ia malah bertemu kembali dengan sang papa yang langsung lari saat menyadari jika ia mengenalinya.

Pertemuan dengan sang papa, percakapan pendek mereka, membuat Summer menyadari, jika kita tidak bisa mencegah orang yang menginginkan untuk pergi.


Selama ini, aku tidak pernah diperlakukan orang lain dengan hangat. Karena itu, aku menjadi orang yang dingin, kaku untuk melakukan sesuatu yang melibatkan orang lain.”


Pada akhirnya, kebenarannya terungkap. Kejujuran sang mama membuka kembali pikirannya. Ia kembali memiliki mimpi. Dan ia bertekad mengejar mimpi yang ia punya.

Bukankah kita yang ada sekarang adalah hasil dari proses yang terjadi di masa lalu? Jika kita menghapus satu penggal kehidupan yang kita anggap buruk, semua jalan hidup bisa berubah dan kita belum tentu ada di titik ini.”

Ia mundur dari eksperimen, dan memutuskan untuk mengejar mimpinya. Menjadi penulis naskah drama dalam pementasan Broadway, seperti yang dulu ia impikan bersama sang papa.

Ia awalnya tidak rela, karena ia sudah terlanjur dekat dengan June, dan setelah menerima formula Olvidelo, subyek tes tidak akan mengingat akan Zanson. Tetapi semua itu adalah bagian dari proses, dan kali ini, ia akan mengikuti jalannya proses itu walau menyakitkan.

In the end, there doesn’t have to be anyone who understands you. There just has to be someone who wants you.”

-Robert Brault

Ia kembali bertemu Harry beberapa saat kemudian, dan pada saat itu ia tidak menyalahkan Harry atas apa yang terjadi kepada mereka.

Dan dia juga menyadari, beberapa persahabatan di dunia ini bisa musnah. Alasannya sederhana. Kita tak sedekat dulu. Adakalanya, kita telah berusaha mempertahankannya, tapi pada akhirnya kita tak memiliki kemampuan untuk mengendalikannya lagi.

“The primary cause of unhappiness is never the situation, but your thoughts about it. “

-Eckhart Tolle


Rating : ☆☆☆☆☆ 4.5

It’s enough that i’m value to someone today.”

-Hugh Prather

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: